Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan

Review : THE LONE RANGER

Jangan terlalu merasa heran jika banyak ulasan mengenai The Lone Ranger akan menggambarkan film ini sebagai “variasi western dari franchise film The Pirates of the Caribbean”. Well… dengan keberadaan Jerry Bruckheimer sebagai produser, Gore Verbinski duduk di kursi penyutradaraan serta Johnny Depp yang, sekali lagi, tampil dengan peran yang memiliki karakteristik hampir serupa dengan karakter Captain Jack Sparrow, The Lone Ranger memang banyak berbicara dengan nada yang hampir seirama dengan franchise film yang telah menghasilkan pendapatan lebih dari US$3,7 milyar dari masa perilisannya di seluruh dunia tersebut. Bukan masalah yang besar sebenarnya karena terlepas dari durasi penceritaan yang terlalu panjang, Verbinski mampu menggarap The Lone Ranger menjadi sebuah sajian western yang cukup menghibur.

Dengan naskah cerita yang diadaptasi oleh duo penulis franchise film Pirates of the Caribbean, Ted Elliott dan Terry Rossio, bersama dengan Justin Haythe (Snitch, 2013) dari seri drama radio berjudul

Review : Despicable Me 2

Well… sebagai sebuah karya perdana, Despicable Me (2010) jelas bukanlah sebuah karya yang buruk. Meskipun dengan naskah cerita yang jelas jauh dari kecerdasan film-film animasi karya Pixar Animation Studios, termasuk sekuel dari film-film animasi yang mereka produksi, film yang diproduksi oleh Illumination Entertainment ini masih mampu tampil menghibur dengan deretan pengisi suara yang berhasil menghidupkan setiap karakter yang ada di dalam jalan cerita, pemanfaatan efek visual yang maksimal dan… kehadiran karakter pendukung bernama minions yang secara mengejutkan mampu mencuri perhatian begitu banyak penonton dunia. Dengan formula tersebut, Despicable Me yang dibuat dengan biaya produksi sebesar hanya US$69 juta berhasil mengumpulkan total pendapatan sebesar lebih dari US$543 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia. Atau dalam bahasa lain di Hollywood… sekuel!

Masih mengandalkan naskah cerita yang ditulis oleh duo Cinco Paul

Review: Monsters University

When it comes to Pixar Animation Studios, everyone comes with an unreasonable high expectation. Tidak salah. Semenjak memulai petualangan mereka dengan Toy Story (1995) dan kemudian menghadirkan film-film semacam Finding Nemo (2003), The Incredibles (2004), Ratatouille (2007), WALL·E (2008), Up (2009) hingga Toy Story 3 (2010) yang tidak hanya menjadi favorit banyak penonton namun juga mengubah cara pandang kebanyakan orang terhadap film animasi, Pixar Animation Studios telah menjadi artis standar tersendiri atas kualitas produksi sebuah film animasi. Tidak mengherankan jika ketika Pixar Animation Studios merilis film-film seperti Cars 2 (2011) dan bahkan Brave (2012) yang berkualitas menengah (baca: cukup menghibur namun jauh dari kesan istimewa), banyak penonton yang mulai meragukan konsistensi rumah produksi yang kini berada di bawah manajemen penuh Walt Disney Pictures tersebut dalam kembali menghadirkan film-film animasi yang berkelas. Not wrong… but quite silly.

Review : MAN OF STEEL

Pertanyaan terbesar bagi kehadiran Man of Steel adalah jelas: Apakah keberadaan Christopher Nolan di belakang karakter pahlawan milik DC Comics ini mampu memanusiawikan karakter Superman seperti halnya yang pernah ia lakukan pada Batman melalui trilogi The Dark Knight (2005 – 2012)? Well… it works… at times. Bersama dengan penulis naskah David S. Goyer – yang juga merupakan penulis naskah dari trilogi The Dark Knight, Nolan mampu menyajikan sosok Kal-El/Clark Kent/Superman sebagai sosok yang membumi – meskipun Man of Steel dengan jelas menonjolkan sang pahlawan sebagai seorang yang asing di muka Bumi. Arahan sutradara Zack Snyder juga cukup berhasil membuat Man of Steel hadir sebagai sebuah presentasi film aksi yang mumpuni. Namun, dalam perjalanan untuk mengisahkan kembali masa lalu serta berbagai problema kepribadian yang dimiliki oleh Kal-El/Clark Kent/Superman tersebut, Man of Steel sayangnya hadir dengan karakter-karakter yang kurang tergali dengan baik, alur penceritaan yang terburu-buru serta – seperti kebanyakan film arahan Snyder

Review: AFTER EARTH

First of all… let’s just be clear about one thing. Melihat bagaimana kualitas presentasi cerita beberapa film M. Night Shyamalan terakhir, rasanya tidak seorangpun yang harusnya masih menantikan Shyamalan kembali hadir dengan kualitas yang serupa seperti yang pernah ia hadirkan dahulu dalam The Sixth Sense (1999). On the other hand, rasanya adalah suatu hal yang jelas pula bahwa hingga saat ini, Shyamalan sama sekali belum pernah hadir dengan kualitas film yang benar-benar buruk. Baiklah, Lady in the Water (2006), The Happening (2008) maupun The Last Airbender (2010) mungkin sulit diterima banyak orang sebagai deretan karya yang menonjol karena jalan cerita yang cenderung datar, membosankan atau gagal tergarap dengan baik. Pun begitu, harus diakui, bahkan dalam filmnya yang dianggap memiliki kualitas terlemah, Shyamalan mampu menghadirkan alur cerita serta desain produksi yang masih sanggup memberikan filmnya beberapa poin keunggulan.

And then comes After Earth… sebuah film yang naskah ceritanya

MAN OF STEEL : Sinopsis & Trailer

Genre : Action, Adventure, Drama
Produser : Christopher Nolan, Charles Roven, Deborah Snyder, Emma Thomas
Produksi : WARNER BROS. PICTURES
Sutradara : Zack Snyder
Homepage : www.manofsteel.com/index.html
Durasi : 148 Menit
Cast :  Henry Cavill, Amy Adams, Michael Shannon, Russell Crowe, Diane Lane, Kevin Costner, Laurence Fishburne, Christopher Meloni, Antje Traue, Harry Lennix, Ayelet Zurer, Richard Schiff, Jadin Gould, Cooper Timberline.

Sinopsis:
Clark Kent/Kal-El (Henry Cavill) adalah wartawan muda yang merasa terasing oleh kekuatan di luar imajinasi siapa pun. Beralih ke Bumi beberapa tahun yang lalu dari planet Krypton, pikiran Clark dipenuhi pertanyaan, mengapa ia di Bumi.

AFTER EARTH : Sinopsis & Trailer

Genre : Action, Adventure, Sci-Fi
Produser : Caleeb Pinkett, Will Smith, James Lassiter, Jada Pinkett Smith, M. Night Shyamalan
Produksi : COLUMBIA PICTURES
Sutradara : M. Night Shyamalan
Homepage : www.afterearth.com/site/
Durasi : 111 Menit
Cast :  Will Smith, Jaden Smith, Zoe Kravitz, Sophie Okonedo, Isabelle Fuhrman, David Denman, Lincoln Lewis, Gilbert Soto, Sacha Dhawan, Chris Geere.

Sinopsis :
After Earth Menceritakan  1000 tahun setelah manusia dipaksa untuk meninggalkan bumi karena bencana alam dahsyat, seorang remaja bernama Kitai Raige (Jaden Smith) dan ayahnya, Cypher (Will Smith) mengalami kecelakaan di permukaan Bumi
Cypher terluka parah, Kitai melakukan perjalanan berbahaya untuk

Review: Star Trek Into Darkness

Di tahun 2009, dimana Hollywood dikuasai oleh film-film science fiction orisinal seperti Avatar serta District 9, J. J. Abrams mampu mencuri banyak perhatian penikmat film dunia ketika dirinya kembali menghadirkan sebuah franchise legendaris bernama Star Trek dengan sentuhan yang baru. Meski awalnya banyak mendapatkan keraguan, khususnya dari para penggemar setia franchise tersebut – yang biasa menyebut diri mereka sebagai Trekkies, dengan bermodalkan naskah cerita arahan Roberto Orci dan Alex Kurtzman yang sangat cerdas, Abrams mampu menghadirkan sebuah presentasi kisah Star Trek yang cukup segar dan modern untuk dapat meraih banyak penggemar baru namun tetap terasa sangat familiar untuk dapat memuaskan para penggemar lamanya. Kesuksesan tersebut jelas telah membuka pintu kesempatan yang sangat lebar bagi Abrams untuk dapat menjelajah lebih jauh dalam menangani seri lanjutan franchise film yang telah dimulai semenjak tahun 1979 tersebut.
Jika Star Trek akan membawa para penontonnya kepada awal kisah petualangan dua sahabat, Captain James T. Kirk dan Commander

Review: EPIC

Unfortunately, there’s actually nothing epic about… errr… Epic. Jangan salah. Chris Wedge (Robots, 2005) mampu menghadirkan presentasi visual film ini dengan kualitas yang cukup mengesankan. Sangat indah, meskipun bukanlah presentasi terbaik yang dapat diberikan oleh sebuah film yang memanfaatkan teknologi 3D dalam tampilan visualnya. Wedge juga mampu menata intensitas cerita yang kuat pada beberapa bagian cerita sehingga membuat Epic terlihat begitu menarik untuk diikuti oleh para penonton muda. Namun, terlepas dari segala keunggulan tersebut, secara keseluruhan, Epic terasa jauh dari kesan spektakuler. Pada kebanyakan bagian kisahnya, Epic lebih terkesan sebagai sebuah film yang menghadirkan pola penceritaan dan karakter yang (terlalu) tradisional. Tidak salah. Namun… yah… jelas tidak istimewa.
Ditulis berdasarkan buku cerita anak-anak berjudul The Leaf Men and the Brave Good Bugs karya William Joyce, Wedge mungkin berniat untuk menjadikan Epic sebagai sebuah presentasi dengan atmosfer film keluarga tahun ‘90an yang kental dengan kehadiran

JURASSIC PARK 3D : Sinopsis & Trailer

Genre : Adventure, Sci-Fi, Thriller
Produser : Gerald R. Molen, Kathleen Kennedy
Produksi : UNIVERSAL PICTURES
Sutradara : Steven Spielberg
Durasi : 127 Menit
Cast :  Sam Neill, Laura Dern, Jeff Goldblum, Richard Attenborough, Bob Peck, Martin Ferrero, B.d. Wong, Samuel L. Jackson, Wayne Knight, Ariana Richards.

Sinopsis :
Film epik karya sutradara peraih tiga kali piala Oscar, Steven Spielberg, kembali ditayangkan dalam format IMAX 3D bagi generasi baru pecinta film dan penggemar Jurassic Park untuk mengalami dunia impian dengan cara yang tak terbayangkan
Film ini diangkat berdasarkan novel karya Michael Crichton berkisah tentang sebuah pulau buatan dimana sebuah taman menakjubkan dihuni oleh dinosaurus buatan, sekelompok peneliti dan keluarganya

EPIC : Sinopsis & Trailer

Genre : Animation, Adventure, Action
Produser : Jerry Davis, William Joyce, James V. Hart, Lori Forte
Produksi : 20TH CENTURY FOX
Sutradara : Chris Wedge
Homepage : www.epicthemovie.com/
Durasi : 102 Menit
Cast : Colin Farrell, Josh Hutcherson, Amanda Seyfried, Beyonce Knowles, Christoph Waltz, Johnny Knoxville, Aziz Ansari, Jason Sudeikis, Steven Tyler, Pitbull, Blake Anderson, Judah Friedlander, Emma Kenney.

Sinopsis :
 Ayah Mary Katherine (Amanda Seyfried) meneliti sekelompok prajurit selama bertahun-tahun. Penelitian mengharuskannya
melakukan perjalanan ke hutan, hingga suatu hari, ketika sang ayah tak kembali, Mary memutuskan untuk mencarinya

STAR TREK INTO DARKNESS : Sinopsis & Trailer

Genre : Action, Adventure, Sci-Fi
Produser : J.J. Abrams, Alex Kurtzman, Bryan Burk, Damon Lindelof, Roberto Orci
Produksi : PARAMOUNT PICTURES
Sutradara : J.J. Abrams
Homepage : www.startrekmovie.com/
Durasi : 132 Menit
Cast : Chris Pine, Zoe Saldana, Zachary Quinto, Simon Pegg, Benedict Cumberbatch, Anton Yelchin, Karl Urban, John Cho, Alice Eve, Peter Weller, Jordi Molla, Edgar Ramirez, Noel Clarke, Nazneen Contractor

Sinopsis :
USS Enterprise dikirim ke planet Nibiru untuk mengamati sebuah peradaban primitif. Kapten James T. Kirk melanggar Prime Directive saat nyawa Spock terancam. Akibatnya, kapal Enterprise terlihat oleh penghuni planet saat operasi penyelamatan dilakukan. Setelah

SNITCH : Sinopsis & Trailer

Genre : Action, Drama, Crime
Produser : Nigel Sinclair, Dwayne Johnson, Guy East
Produksi : ALLIANCE FILMS
Sutradara : Ric Roman Waugh
Homepage : www.takepart.com/snitch
Durasi : 112 Menit
Cast :  Dwayne Johnson, Barry Pepper, Jon Bernthal, Michael Kenneth Williams, Susan Sarandon, Harold Perrineau, Melina Kanakaredes, Rafi Gavron, Nadine Velazquez, Benjamin Bratt, Kym Jackson.

Sinopsis :
 Diangkat dari kisah nyata
 "Snitch" berkisah tentang seorang ayah yang putranya menghadapi hukuman penjara 30 tahun karena dijebak dalam sebuah transaksi narkoba. Sang ayah mencoba menyamar dan menyusup ke dunia pengedar narkoba untuk mencari bukti yang bisa membebaskan

Review : IRON MAN 3

lima tahun lalu, bagi non fan boy seperti saya Iron Man mungkin hanya sekedar ‘manusia kaleng’, bukan siapa-siapa jika kamu mau membandingkannya dengan Spider-Man dan dua jagoan DC Comic; Batman dan Superman bahkan Hulk sekalipun, tetapi coba lihat sekarang?! Iron Man menjelma menjadi salah satu superhero yang paling diperhitungkan, terlebih ketika Marvel Studios memutuskan untuk menghadirkan versi live action-nya 2008 lalu, hasilnya; Dua seri, 1, 5 milliar Dolllar dan salah satu casting tebaik dalam dunia per-superhero-an setelah Christopher Reeves dan Superman-nya dalam diri Robert Downey Jr sebagai billiuner, playboy, genius, dermawan berbaju zirah super; Tony Stark.
Iron Man 3 sendiri adalah sebuah evolusi, baik di dalam maupun di luar layar paska sekuel pertamanya dan The Avengers, sebuah awal baru buat proyek Marvel Phase 2. Kali ini ada Shane Black penulis action hit Lethal Weapon dan sutradara Kiss Kiss Bang Bang mengambil tongkat estafet pernyurtradaraan yang ditinggal Jhon Favreau yang tampaknya memilih untuk tampil lebih santai sebagai

IRON MAN 3 : SInopsis & Trailer

Genre : Action, Adventure, Sci-Fi
Produser : Kevin Feige
Produksi : WALT DISNEY PICTURES
Sutradara : Shane Black
Homepage : marvel.com/ironman3
Durasi :  140 Menit
Cast : Robert Downey Jr., Gwyneth Paltrow, Don Cheadle, Guy Pearce, James Badge Dale, Rebecca Hall, Paul Bettany, Ben Kingsley, Ashley Hamilton, William Sadler, Jon Favreau, Stephanie Szostak.


Sinopsis :
"Iron Man 3" menceritakan tentang seorang pengusaha milyuner yang nyentrik dan brilian Tony Stark/Iron Man yang kali ini harus melawan sebuah musuh baru yang sangat kuat. Saat semua yang dimiliki Stark tiba-tiba hancur di tangan musuh barunya tersebut, Ia pun kemudian

Review : Cloud Atlas

Diangkat dari novel berjudul sama karya David Mitchell, Cloud Atlas mengisahkan enam cerita yang berjalan pada enam era yang berbeda – tepatnya terjadi sepanjang hampir 500 tahun masa kehidupan karakter-karakternya, dimulai dari tahun 1849 hingga tahun 2321. Terdengar seperti premis film-film yang menawarkan banyak cerita kebanyakan? Mungkin saja. Namun oleh tiga sutradaranya, duo Lana dan Andy Wachowski (trilogi The Matrix, 1999 – 2003) serta Tom Tykwer (The International, 2009), premis tersebut mampu dikembangkan menjadi salah satu presentasi film paling ambisius selama beberapa tahun terakhir: digerakkan dengan gaya penceritaan interwoven, diperankan oleh deretan pengisi departemen akting yang sama serta dihadirkan dengan kualitas tata produksi yang begitu memukau. Dan yang lebih mengagumkan lagi, terlepas dari berbagai tampilan audio visualnya yang megah, Cloud Atlas tetap mampu menghadirkan sentuhan emosional yang kuat dari setiap sisi ceritanya.
Perjalanan mengarungi ruang dan waktu dalam Cloud Atlas dimulai

Review : G.I. Joe: Retaliation

Disutradarai oleh Jon M. Chu (Justin Bieber: Never Say Never, 2011) – yang menggantikan sutradara di seri sebelumnya, Stephen Sommers – atas naskah cerita yang ditulis oleh Rhett Reese dan Paul Wernick (Zombieland, 2009), G.I. Joe: Retaliation berkisah pada latar belakang waktu beberapa bulan setelah deretan kejadian yang digambarkan pada G.I. Joe: The Rise of Cobra (2009). Kini, G.I. Joe dipimpin oleh Duke (Channing Tatum) yang mengendalikan pasukan tersebut bersama sahabatnya, Roadblock (Dwayne Johnson), serta beberapa prajurit terlatih seperti Flint (D.J. Cotrona) dan Lady Jaye (Adrianne Palicki). Oleh pemerintah Amerika Serikat, G.I. Joe terus dipercaya sebagai pasukan penjaga perdamaian yang selalu dapat diandalkan untuk melakukan tugas-tugas negara. Namun, sebuah pengkhianatan besar siap untuk menghancurkan mereka.
Dengan mengambil wujud sebagai Presiden Amerika Serikat (Jonathan Pryce), musuh bebuyutan pasukan G.I. Joe, Zartan (Arnold Vosloo), menuduh pasukan tersebut sebagai pengkhianat dan bahwa mereka telah menuri perlengkapan senjata nuklir milik

CLOUD ATLAS : Sinopsis & Trailer

Genre : Action, Sci-Fi, Drama
Produser : Stefan Arndt, Grant Hill, Lana Wachowski, Tom Tykwer, Andy Wachowski
Produksi : CLOUD ATLAS PRODUCTION
Sutradara : Andy Wachowski, Tom Tykwer, Lana Wachowski
Homepage : http://cloudatlas.warnerbros.com/
Durasi : 172 Menit
Cast :  Tom Hanks, Halle Berry, Jim Broadbent, Hugo Weaving, Jim Sturgess, Bae Doona, Ben Whishaw, Susan Sarandon, Hugh Grant, Keith David, David Gyasi, Zhou Xun, James D'Arcy.


Sinopsis :
 Cloud Atlas mengeksplorasi bagaimana tindakan dan konsekuensi dari kehidupan individu berdampak satu sama lain sepanjang masa lalu, masa kini dan masa depan. Aksi, misteri dan romantisme menyatu secara dramatis melalui cerita dimana seorang pembunuh menjadi pahlawan dan satu tindakan kebaikan

G.I. JOE: RETALIATION : Sinopsis & Trailer

Genre : Action, Sci-Fi
Produser : Lorenzo di Bonaventura, Brian Goldner
Produksi : PARAMOUNT PICTURES
Sutradara : Jon M. Chu
Homepage : www.gijoemovie.com
Durasi : 99 Menit
Cast :  Channing Tatum, Adrianne Palicki, Dwayne Johnson, Bruce Willis, Lee Byung Hun, RZA, Ray Stevenson, D.J. Cotrona, Ray Park, Walton Goggins, Elodie Yung, Joseph Mazzello.



Sinopsis:
 Kapten Duke Hauser (Channing Tatum) dan timnya GI Joe ditetapkan sebagai pengkhianat. Mereka akan dibubarkan saat Presiden Amerika Serikat (Jonathan Pryce) memberi perintah agar mereka dihentikan, semua ini akibat pengaruh Cobra, mata-mata Zartan

Review : Olympus Has Fallen

http://amiratthemovies.files.wordpress.com/2013/03/olympus-has-fallen-poster-02.jpgOh. Berbicara mengenai nasionalisme/patriotisme, film arahan sutradara Antoine Fuqua (Brooklyn’s Finest, 2010) yang berjudul Olympus Has Fallen ini juga mengangkat tema penceritaan yang sama. Hanya saja, daripada menghadirkan kisah mengenai seorang pelajar sekolah dasar yang berusaha mewujudkan obsesi sang kakek mengenai bendera negaranya, Olympus Has Fallen mengisahkan mengenai seorang mantan agen rahasia Amerika Serikat yang berjuang dalam melawan aksi terorisme yang berusaha memecah keutuhan negaranya. Sendirian. Terdengar seperti kisah dari salah satu seri franchise Die Hard (1988 – 2013)? Tentu! Dan rasanya setiap orang akan begitu familiar dengan jalan cerita tersebut. Pun begitu, dengan arahan Fuqua yang kuat atas intensitas presentasi aksi dalam film ini serta penampilan apik dari seluruh jajaran pengisi departemen aktingnya, khususnya Gerard Butler, Olympus Has Fallen mampu menjelma menjadi sebuah film aksi yang dapat dengan mudah menarik dan menahan perhatian setiap penontonnya secara penuh dalam 120 menit pengisahan ceritanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...